Gelar Perlombaan HUT RI Ke-81 Untuk Anak-Anak, Haikal Tegaskan Pendidikan Nasionalis dan Mental Sosial Sejak Dini
Depok | CitizenNasionalNews.com — Haikal, Ketua RT 05/RW 02 sekaligus tokoh muda Kelurahan Depok, menggelar berbagai perlombaan bagi anak-anak usia dini dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut tidak hanya diposisikan sebagai hiburan, tetapi sebagai ruang sosial edukatif untuk membangun karakter generasi muda sejak lingkungan masyarakat paling dasar.
Haikal menilai, bahwa momentum kemerdekaan memiliki relevansi strategis dalam membangun kesadaran kebangsaan anak. Menurutnya, peringatan HUT RI harus mampu diterjemahkan ke dalam kegiatan yang memberikan pengalaman langsung mengenai nilai kebersamaan, sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab sosial.
“Perlombaan ini jangan hanya dilihat dari sisi hiburannya. Kita ingin anak-anak memiliki ruang untuk menggali potensi, membangun keberanian, belajar berkompetisi secara sehat, dan mengenal nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini”, ucap Haikal, Senin 17/8/2026.
Ia menegaskan, bahwa pengembangan potensi anak membutuhkan ekosistem sosial yang memberikan kesempatan untuk berekspresi secara positif. Lingkungan RT dan RW, dikatakan Haikal, memiliki posisi penting karena menjadi ruang interaksi sosial yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari anak dan keluarganya.
“Potensi anak berbeda-beda. Ada yang unggul dalam keberanian, kreativitas, ketangkasan, maupun kemampuan bekerja sama. Tugas kita sebagai masyarakat adalah menyediakan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh dan tidak berhenti karena keterbatasan kesempatan”, jelasnya.
Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, Haikal memandang pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada institusi sekolah.
Keluarga dan masyarakat dijelaskannya, juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter anak melalui pembiasaan sosial yang konstruktif, termasuk melalui kegiatan kemasyarakatan dan peringatan hari-hari nasional.
Haikal memandang, bahwa mental nasionalisme perlu dibangun melalui pengalaman konkret, bukan sekadar melalui simbol dan seremonial.
Semangat gotong royong, menghargai perbedaan, menerima kemenangan maupun kekalahan secara sportif, serta menjaga persatuan merupakan nilai yang dapat ditanamkan melalui kegiatan perlombaan.
“Kita ingin anak-anak memahami bahwa menjadi generasi Indonesia bukan hanya tentang mengetahui sejarah kemerdekaan, tetapi juga bagaimana mereka mampu menerapkan nilai persatuan, sportivitas, gotong royong, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari “, ungkapnya.
Haikal berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah terhadap tumbuh kembang anak.
Ia menilai, bahwa partisipasi masyarakat dalam pembinaan generasi muda merupakan bentuk investasi sosial yang manfaatnya tidak selalu terlihat dalam jangka pendek, tetapi menentukan kualitas kehidupan masyarakat di masa mendatang.
“Kalau sejak kecil anak-anak sudah dibiasakan hidup kompak, berani tampil, menghargai orang lain, dan mencintai tanah air, kita sedang menyiapkan generasi yang bukan hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat. Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk membangun generasi Indonesia yang unggul”, pungkas Haikal.(Arf)

