Hadapi Musim Kemarau, Haikal Imbau Warga Perkuat Kepedulian Lingkungan untuk Mitigasi Risiko Bencana

Depok | CitizenNasionalNews.com – Memasuki musim kemarau, Tokoh Muda Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Haikal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana. Menurutnya, kondisi iklim yang cenderung kering meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran, penurunan kualitas lingkungan, serta potensi krisis air apabila tidak diantisipasi melalui partisipasi aktif masyarakat.

Haikal menegaskan, bahwa pendekatan preventif harus menjadi prioritas dalam pengelolaan lingkungan. Ia menilai keberhasilan mitigasi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pemerintah, tetapi juga oleh tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan perilaku yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

“Musim kemarau merupakan periode yang menuntut peningkatan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat. Saya mengajak warga untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah secara terbuka atau membuang puntung rokok di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering. Pencegahan merupakan instrumen mitigasi yang paling efektif dalam mengurangi risiko bencana”, ucap Haikal, Minggu 26/7/2026.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan harus diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan kawasan permukiman, mengelola sampah secara bertanggung jawab, memelihara saluran drainase, hingga mengoptimalkan pemanfaatan air secara efisien selama musim kemarau.

“Ketahanan lingkungan dibangun melalui budaya disiplin dan kepedulian masyarakat. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan dampak yang signifikan dalam menurunkan tingkat kerentanan lingkungan terhadap berbagai potensi bencana”, terangnya.

Haikal juga menekankan, bahwa konsep pembangunan berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga kualitas lingkungan. Ia berpandangan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga merupakan prasyarat penting dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis komunitas yang efektif.

“Pemerintah memiliki fungsi regulatif dan fasilitatif, namun efektivitas perlindungan lingkungan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Kesadaran kolektif merupakan modal sosial yang harus terus diperkuat agar upaya mitigasi berjalan secara optimal dan berkesinambungan”, jelasnya.

Lebih lanjut, Haikal mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya sadar lingkungan. Menurutnya, pemuda memiliki kapasitas untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi teladan dalam penerapan perilaku ramah lingkungan di tingkat komunitas.

“Saya berharap generasi muda menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi, kerja bakti, penghijauan, dan berbagai kegiatan sosial yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kepemimpinan pemuda di tingkat komunitas akan memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau”, ungkapnya.

Menutup keterangannya, Haikal mengajak masyarakat untuk membangun budaya kewaspadaan melalui pelaporan dini terhadap potensi kebakaran maupun kondisi lingkungan yang berisiko membahayakan keselamatan publik.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab konstitusional sekaligus tanggung jawab sosial setiap warga negara. Apabila kesadaran kolektif tumbuh menjadi budaya bersama, saya meyakini masyarakat akan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi musim kemarau, meminimalkan risiko bencana, serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, tangguh, dan berkelanjutan”, pungkasnya.(Arf)

Bagikan artikel ini:

WhatsAppFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita
Nasional
Hukum
Search