Geram Dituding Gunakan Massa Bayaran, Wido Praktikno Sebut Penyebar Isu, Pecah Belah Kedaulatan NKRI
Depok | CitizenNasionalNews.com – Koordinator Aksi Damai Dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wido Praktikno, secara tegas membantah tudingan yang menyebut, bahwa ribuan peserta aksi di Depok Open Space merupakan massa bayaran.
Ia menjelaskan, bahwa keterlibatan masyarakat dalam aksi tersebut merupakan ekspresi partisipasi politik warga negara yang bersifat sukarela, berbasis kesadaran sosial, serta berorientasi pada dukungan terhadap program kebijakan publik yang dinilai berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut Wido, narasi yang menuduh adanya mobilisasi massa berbayar tidak memiliki validitas empiris, sehingga tidak dapat dijadikan dasar analisis dalam membaca fenomena sosial di ruang publik.
“Pernyataan yang menyebut masyarakat sebagai massa bayaran tanpa bukti yang terverifikasi secara faktual merupakan reduksi terhadap kapasitas rasional warga negara dalam menentukan sikapnya secara otonom”, ucap Wido Pratikno Punggawa Aktivis Buruh Kota Depok, Selasa 23/6/2026.
Ia mengungkapkan, bahwa dalam kerangka demokrasi konstitusional, perbedaan pandangan merupakan hal yang inheren, namun wajib disampaikan melalui argumentasi yang berbasis data, rasionalitas, dan etika publik.
“Demokrasi tidak dapat dibangun melalui asumsi dan generalisasi yang tidak teruji, yang dibutuhkan adalah, diskursus publik yang konstruktif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun sosial”, tegasnya.
Lebih jauh, Wido mengkritisi penyebaran isu yang bersifat provokatif dan tidak berbasis fakta, yang menurutnya berpotensi mengganggu kohesi sosial serta stabilitas kehidupan berbangsa.
“Produksi narasi yang tidak memiliki dasar verifikatif menunjukkan, lemahnya kemampuan analisis sosial sekaligus minimnya kesadaran terhadap pentingnya kohesi nasional. Hal tersebut tidak selaras dengan prinsip kecerdasan publik maupun etos kebangsaan”, bebernya.
Wido pun menekankan, pentingnya kecerdasan publik dalam merespons informasi serta konsistensi sikap rasional dalam ruang demokrasi.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga nalar kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak berbasis fakta”, tandasnya.
“Pada saat yang sama, diperlukan dukungan yang konstruktif terhadap program Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperjuangkan hak-hak rakyat melalui kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial, dan dukungan tersebut harus diwujudkan secara cerdas serta bertanggung jawab demi penguatan agenda pembangunan nasional di masa depan”, pungkas Wido.(Arf)

