Diikuti Tim Marinir Sorong Papua, Hj. Yeti Wulandari Apresiasi Kinerja PODSI di Festival Perahu Naga Kota Depok 2026 Situ Rawa Kalong

Depok | CitizenNasionalNews.com –  Festival Perahu Naga ke-11 di Setu Rawa Kalong, Kota Depok, menunjukkan kecenderungan positif dalam pengembangan olahraga dayung berbasis partisipasi lintas wilayah. Sebanyak 46 peserta ambil bagian dalam agenda tersebut, terdiri atas atlet lokal, nasional, internasional, serta sejumlah kontingen institusional, termasuk Marinir Sorong Papua, Kodim 0508/Depok dan Yonif TP 899.

Dewan Pembina Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Depok, Hj. Yeti Wulandari, memandang peningkatan keragaman peserta sebagai indikator berkembangnya kapasitas kelembagaan PODSI dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih terbuka dan kompetitif.

“Saya mengapresiasi kinerja PODSI Kota Depok yang mampu mempertahankan keberlanjutan Festival Perahu Naga hingga penyelenggaraan ke-11. Kehadiran kontingen dari luar daerah, termasuk Marinir Sorong Papua, menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik dan tingkat kepercayaan yang semakin luas”, ucap Pimpinan DPRD Kota Depok empat periode ini, Minggu 9/8/2026.

Menurutnya, heterogenitas peserta memiliki relevansi terhadap proses pembinaan prestasi karena memperluas intensitas kompetisi dan pengalaman atlet. Festival, dalam perspektif tersebut, tidak semata diposisikan sebagai kegiatan rekreatif, melainkan sebagai instrumen pembentukan kapasitas olahraga melalui interaksi kompetitif antarkontingen.

“Kompetisi lintas daerah memberikan ruang pembelajaran bagi atlet. Mereka tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memperoleh pengalaman menghadapi karakter, strategi dan kualitas lawan yang berbeda. Proses seperti ini penting dalam membangun pembinaan olahraga yang berkelanjutan”, bebernya.

Dirinya menilai, bahwa keikutsertaan institusi seperti Kodim 0508/Depok dan Yonif TP 899 juga memiliki nilai strategis karena memperluas basis partisipasi sekaligus memperkuat relasi sosial antarorganisasi melalui medium olahraga.

“Masuknya kontingen baru seperti Kodim 0508/Depok dan Yonif TP 899 memperlihatkan bahwa Festival Perahu Naga semakin inklusif. Olahraga dapat menjadi medium yang efektif untuk membangun interaksi antarlembaga dan memperkuat kohesi sosial”, tuturnya.

Dalam konteks tata kelola olahraga, Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini juga menekankan, bahwa peningkatan skala partisipasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas manajemen penyelenggaraan. Menurutnya, keberlanjutan festival membutuhkan standar yang terukur pada aspek teknis pertandingan, keselamatan, kualitas venue, profesionalisme panitia dan evaluasi pascakegiatan.

“Pertumbuhan jumlah dan keragaman peserta harus diikuti peningkatan kualitas tata kelola. PODSI perlu melakukan evaluasi secara periodik terhadap aspek teknis, keselamatan atlet, kualitas arena dan manajemen pertandingan. Dengan demikian, perkembangan festival tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga kualitatif”, tegasnya.

Srikandi Gerindra Kota Depok ini juga melihat, bahwa festival sebagai instrumen penguatan hubungan sosial dan ekonomi lokal. Mobilitas peserta dari berbagai daerah berpotensi menciptakan efek pengganda terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, terutama apabila dikembangkan melalui keterlibatan UMKM dan komunitas lokal.

“Kehadiran peserta luar daerah menciptakan ruang interaksi yang lebih luas dengan masyarakat Depok. Ini memiliki potensi sosial dan ekonomi. Karena itu, masyarakat lokal dan UMKM seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem kegiatan, bukan hanya sebagai penonton”, jelasnya.

Lebih lanjut, Hj. Yeti Wulandari menilai, bahwa Setu Rawa Kalong memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan integratif yang menghubungkan olahraga, ruang publik, pariwisata lokal dan keberlanjutan lingkungan.

“Setu Rawa Kalong mempunyai potensi lebih dari sekadar lokasi perlombaan. Pengembangannya dapat diarahkan menjadi ruang olahraga air dan destinasi wisata lokal. Namun, pengembangan tersebut harus disertai prinsip keberlanjutan, terutama dalam menjaga kualitas lingkungan dan daya dukung kawasan”, ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa konsistensi penyelenggaraan selama 11 edisi merupakan modal kelembagaan yang penting, tetapi keberlanjutan festival tetap memerlukan inovasi, evaluasi dan kolaborasi multipihak.

“Saya berharap Festival Perahu Naga tidak berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan. Kedepan, perlu ada peningkatan standar, penguatan pembinaan atlet, perluasan jejaring peserta dan kolaborasi dengan pemerintah, TNI, komunitas serta masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, festival ini dapat berkembang dari agenda lokal menjadi event olahraga yang memiliki reputasi nasional”, Pungkasnya.(Arf)

Bagikan artikel ini:

WhatsAppFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita
Nasional
Hukum
Search