Kasno Tegaskan, Program Wisata Keberagaman Targetkan 1.000 Warga per RW Selama Satu Periode Kepemimpinan Walikota Depok
Depok | CitizenNasionalNews.com – Kasno Koordinator PRIDE menegaskan bahwa Program Wisata Keberagaman merupakan instrumen kebijakan publik yang berorientasi pada penguatan modal sosial, peningkatan literasi kebangsaan, serta internalisasi nilai toleransi melalui partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
“Program ini tidak boleh dimaknai sebagai agenda rekreasi semata. Esensinya adalah membangun ruang pembelajaran sosial yang memungkinkan masyarakat mengalami secara langsung praktik keberagaman sebagai fondasi kehidupan yang harmonis”, ujar Kasno.
Ia menjelaskan, bahwa setiap pelaksanaan kegiatan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp.25 juta untuk setiap RW dengan jumlah peserta maksimal 200 orang.
“Desain kebijakan tersebut disusun berdasarkan prinsip efektivitas pelaksanaan, pemerataan akses, dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik”, terangnya.
Kasno menuturkan, bahwa pembatasan maksimal 200 peserta pada setiap pelaksanaan merupakan bagian dari strategi implementasi yang terukur.
“Dengan mekanisme tersebut, target kumulatif 1.000 warga pada setiap RW selama satu periode kepemimpinan Wali Kota Depok dapat direalisasikan secara bertahap sehingga manfaat kebijakan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata”, bebernya.
Menurut Kasno, pendekatan tersebut mencerminkan paradigma pembangunan yang berpusat pada manusia.
“Penguatan toleransi memerlukan pengalaman sosial yang nyata. Interaksi langsung antarmasyarakat dari latar belakang yang beragam akan memperkuat sikap saling menghormati, memperluas perspektif, dan membangun kepercayaan sosial”, jelas Kasno.
Ia juga menekankan, bahwa anggaran program harus dipahami sebagai investasi pembangunan sosial.
“Alokasi Rp25 juta per RW menghasilkan nilai yang jauh melampaui aspek administratif karena berkontribusi terhadap penguatan kohesi sosial, stabilitas kehidupan bermasyarakat, dan kualitas hubungan antar warga dalam jangka panjang”, tandasnya.
Kasno menambahkan, bahwa efektivitas program ditentukan oleh kualitas tata kelola.
“Implementasi harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, inklusif, dan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, pengurus RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar tujuan kebijakan tercapai secara optimal”, ungkapnya.
“Apabila target 1.000 warga di setiap RW dapat diwujudkan selama satu periode kepemimpinan Walikota Depok, maka Program Wisata Keberagaman akan menjadi investasi strategis dalam pembangunan manusia, memperkuat modal sosial, menjaga integrasi masyarakat, serta mengokohkan toleransi sebagai fondasi pembangunan Kota Depok yang inklusif dan berkelanjutan”, pungkasnya.(Arf)

