Jemmy Optimis Dengan Kekompakan Warga, Program 300 Juta Per-RW Bisa Jadikan RW06 Percontohan di Kota Depok

Depok | CitizenNasionalNews.com – Calon Ketua RW06 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jemmy Prayoga menegaskan bahwa pengelolaan program anggaran Rp.300 juta per-RW harus dijalankan melalui prinsip transparansi, partisipasi masyarakat, serta penguatan kekompakan warga agar pembangunan lingkungan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah akan sulit memberikan dampak optimal apabila tidak dibangun di atas kesadaran kolektif dan semangat gotong royong masyarakat.

“Program Rp.300 juta per-RW ini tidak boleh dipandang sekadar bantuan anggaran pembangunan, tetapi harus menjadi momentum membangun kekompakan warga. Karena sebaik apa pun program pemerintah, hasilnya tidak akan maksimal kalau masyarakatnya tidak terlibat dan tidak memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungannya”, ucap Jemmy, Minggu 17/5/2026.

Mantan Ketua RT1 dua periode ini menegaskan, apabila dipercaya memimpin RW06, dirinya akan mengedepankan pola tata kelola partisipatif dengan melibatkan warga dalam proses perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi program pembangunan lingkungan.

“Saya ingin seluruh warga ikut menentukan prioritas pembangunan. Jadi program yang dijalankan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan keputusan sepihak pengurus lingkungan. Dengan begitu akan muncul rasa memiliki dan semangat menjaga hasil pembangunan secara bersama-sama”, terangnya.

Jemmy pun menjelaskan, bahwa kekompakan masyarakat merupakan modal sosial utama dalam menciptakan lingkungan yang tertata, produktif, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat di tengah dinamika kehidupan perkotaan.

“Lingkungan yang maju bukan hanya soal pembangunan fisik. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakatnya solid, saling peduli, dan mampu membangun budaya gotong royong. Karena itu saya ingin program Rp.300 juta ini menjadi alat untuk memperkuat solidaritas sosial warga”, ungkapnya.

Ia juga menilai, bahwa pengelolaan anggaran berbasis musyawarah dapat meminimalisasi konflik sosial sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengurus lingkungan.

“Kalau seluruh proses dilakukan secara terbuka dan melibatkan warga, maka masyarakat akan merasa dihargai. Transparansi itu bukan hanya soal laporan anggaran, tetapi juga membangun kepercayaan sosial di lingkungan”, tuturnya.

Lebih lanjut, Jemmy mengaku ingin memprioritaskan program yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, seperti pengelolaan sampah berbasis komunitas, penataan ruang terbuka hijau, peningkatan keamanan lingkungan, hingga optimalisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk kegiatan kemasyarakatan.

“Saya ingin pembangunan di RW06 tidak berjalan parsial. Program lingkungan harus mampu memperkuat aspek sosial, kebersihan, keamanan, dan interaksi antarwarga agar tercipta lingkungan yang sehat dan harmonis”, jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Jemmy mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan program Rp.300 juta per-RW sebagai ruang konsolidasi sosial guna memperkuat persatuan dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Kalau warga kompak, saya yakin program sebesar apa pun akan berjalan baik dan membawa manfaat besar bagi lingkungan. Saya ingin RW06 menjadi contoh bahwa pembangunan yang melibatkan masyarakat secara aktif akan menghasilkan lingkungan yang lebih maju, tertata, dan berdaya saing”, tutup Jemmy.(Arf)

Bagikan artikel ini:

WhatsAppFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita
Nasional
Hukum
Search