Marwaji Sebut, Getek Wisata Situ Rawa Besar Sebagai Strategi Pelestarian Warisan Budaya Djadoel Kota Depok
Depok | CitizenNasionalNews.com — Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Depok, Marwaji, S.H., memandang pengembangan ‘Getek Wisata’ di Situ Rawa Besar, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, sebagai pendekatan pengembangan pariwisata berbasis pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal Kota Depok.
Menurutnya, konsep tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menciptakan atraksi wisata air, tetapi juga menjadi instrumen untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya Djadoel (Djaman Doeloe) yang merepresentasikan hubungan historis masyarakat dengan lingkungan perairan.
“Getek Wisata harus ditempatkan lebih dari sekadar fasilitas rekreasi. Kami ingin menjadikannya sebagai media pelestarian budaya, ruang edukasi sejarah lokal, sekaligus sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai kehidupan masyarakat tempo dulu kepada generasi sekarang”, ucap Marwaji, Rabu 14/10/2026.
Ia menjelaskan, bahwa pelestarian budaya dalam konteks pembangunan pariwisata memerlukan pendekatan yang tidak berhenti pada aspek simbolik.
Warisan budaya dikatakannya, sangat perlu diaktualisasikan melalui aktivitas sosial yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai historis dan karakter lokal yang menjadi identitasnya.
“Budaya Djadoel bukan sekadar romantisme masa lalu, didalamnya terdapat nilai sejarah, kearifan lokal, dan pengetahuan masyarakat yang perlu diwariskan. Karena itu, kami berupaya menghadirkan kembali unsur budaya tersebut melalui konsep wisata yang dapat dipahami, dialami, dan diapresiasi oleh masyarakat”, tegasnya.
Marwaji menilai, bahwa Situ Rawa Besar memiliki relevansi strategis sebagai ruang interaksi antara pelestarian lingkungan, pengembangan kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Integrasi ketiga aspek tersebut, dinilai penting agar pembangunan destinasi tidak terjebak pada orientasi komersial, melainkan menghasilkan manfaat sosial dan kebudayaan yang berkelanjutan.
“Bagi kami, keberhasilan pengembangan Situ Rawa Besar tidak cukup diukur dari peningkatan kunjungan wisatawan. Yang lebih mendasar ialah bagaimana kawasan ini mampu mempertahankan karakter lingkungannya, menghidupkan nilai budaya lokal, dan memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat”, ungkapnya.
Dalam perspektif pengelolaan destinasi berbasis komunitas, Marwaji menempatkan masyarakat sebagai aktor utama yang memiliki peran dalam menjaga kesinambungan warisan budaya.
Oleh sebab itu, keterlibatan warga, komunitas lokal, pelaku UMKM, dan pemerintah diperlukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program pengembangan wisata.
“Pelestarian budaya harus tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat. Pokdarwis tidak bisa bekerja sendiri karena keberlanjutan destinasi membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus memiliki pemahaman yang sama bahwa budaya lokal merupakan aset sosial yang perlu dijaga bersama”, bebernya.
Ia juga menekankan, bahwa pengembangan Getek Wisata harus disertai tata kelola kawasan yang memperhatikan daya dukung lingkungan, keselamatan pengunjung, kebersihan perairan, dan kualitas pelayanan.
Marwaji menilai, bahwa inovasi pariwisata hanya dapat memberikan manfaat jangka panjang apabila dilaksanakan secara terencana dan tidak mengabaikan keberlanjutan ekosistem Situ Rawa Besar.
“Jangan sampai kita berbicara tentang pengembangan wisata, tetapi mengabaikan lingkungan yang menjadi fondasi utamanya. Pelestarian budaya dan perlindungan alam harus berjalan beriringan. Keduanya merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan”, terangnya.
Lebih lanjut, ia berharap, agar pengembangan Getek Wisata dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kebudayaan Kota Depok melalui pengenalan sejarah lokal dan tradisi masyarakat.
Sinergi Pokdarwis dengan Pemerintah Kota Depok serta perangkat daerah terkait diperlukan untuk merumuskan konsep yang memiliki arah pengembangan, dukungan infrastruktur, dan mekanisme evaluasi yang terukur.
“Harapan kami, Situ Rawa Besar dapat berkembang menjadi destinasi yang memiliki karakter budaya kuat, bukan sekadar tempat rekreasi. Melalui Getek Wisata, kami ingin menghadirkan ruang pembelajaran lintas generasi agar masyarakat semakin mengenal sejarah lokal dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya Depok”, pungkasnya.
Bagi Marwaji, esensi pengembangan Getek Wisata terletak pada kemampuannya menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Dengan pendekatan partisipatif, edukatif, dan berorientasi pada keberlanjutan, Situ Rawa Besar diharapkan dapat menjadi ruang aktualisasi budaya lokal yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat identitas sosial masyarakat Kota Depok.(Arf)

