Rebut Kursi Pokdarwis Kelurahan Depok, Marwaji Desak Walikota dan Gubernur Jabar Rumuskan Grand Design Penataan Situ Rawa Besar

Depok | CitizenNasionalNews.com – Tokoh masyarakat Kelurahan Depok, Marwaji (Wajie) menegaskan, bahwa pengembangan Situ Rawa Besar memerlukan transformasi kebijakan melalui penyusunan ‘Grand Design’ yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi kawasan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai landmark Kota Depok sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Keputusan Marwaji untuk maju sebagai calon Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Depok didasarkan pada pandangannya bahwa tata kelola destinasi wisata tidak dapat lagi dijalankan secara sektoral, melainkan harus dibangun melalui pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas lokal.

“Saya memandang sudah saatnya Pemerintah Kota Depok bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusun kembali grand design penataan Situ Rawa Besar secara komprehensif”, ucap Wajie usai memenangkan pemilihan Ketua Pokdarwis Kelurahan Depok, Minggu 19/7/2026.

“Kawasan ini memiliki nilai strategis yang mampu diproyeksikan sebagai ikon Kota Depok sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola melalui perencanaan yang berbasis kajian akademik, tata ruang, dan prinsip keberlanjutan”, jelasnya.

Ia menilai, bahwa paradigma pembangunan kawasan harus bergeser dari pendekatan yang hanya berorientasi pada pembangunan fisik menuju pengelolaan destinasi yang mengintegrasikan dimensi ekologis, ekonomi, sosial, budaya, dan tata kelola kelembagaan.

Lebih jauh Wajie menilai, bahwa keseimbangan antardimensi tersebut merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kawasan wisata yang memiliki daya saing dan keberlanjutan.

“Penataan Situ Rawa Besar tidak boleh dipahami sebagai proyek infrastruktur semata, yang dibutuhkan adalah model pembangunan kawasan yang mampu mengoptimalkan fungsi konservasi lingkungan, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan ruang publik yang produktif dan inklusif bagi masyarakat”, tegasnya.

Marwaji juga menekankan, pentingnya penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi dengan konsep kawasan, meliputi sentra UMKM, kawasan kuliner, ruang pertunjukan seni dan budaya, jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, serta sistem pengelolaan lingkungan yang memenuhi prinsip keberlanjutan.

Dikatakannya, bahwa seluruh komponen tersebut harus dirancang dalam satu kerangka pembangunan yang saling mendukung.

“Pokdarwis harus ditempatkan sebagai institusi strategis dalam tata kelola destinasi wisata berbasis masyarakat. Perannya tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial, peningkatan literasi kepariwisataan, penguatan partisipasi publik, serta pengembangan ekonomi lokal yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat”, bebernya.

Lebih lanjut, Marwaji menegaskan, bahwa keberhasilan revitalisasi Situ Rawa Besar sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan pemerintah, kepastian regulasi, keberlanjutan investasi publik, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Ia menilai sinergi tersebut akan mempercepat transformasi kawasan menjadi destinasi wisata yang kompetitif pada tingkat regional.

“Saya meyakini Situ Rawa Besar memiliki kapasitas untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Depok. Oleh karena itu, diperlukan komitmen politik yang kuat, kebijakan yang berbasis pada hasil kajian akademik, serta tata kelola yang akuntabel dan partisipatif”, tandasnya.

“Dengan pendekatan tersebut, Situ Rawa Besar tidak hanya menjadi identitas Kota Depok, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan”, tutupnya.(Arf)

Bagikan artikel ini:

WhatsAppFacebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita
Nasional
Hukum
Search