Gelar Rembuk Warga, Lurah Elin Tekankan Juklak-Juknis Realisasi Program Rp.300 Juta Per-RW
Depok | CitizenNasionalNews.com — Lurah Depok Jaya, Herliana Maharani (Lurah Elin) menegaskan, bahwa Forum Rembuk Warga menjadi pintu awal penentuan arah penggunaan alokasi anggaran Rp.300 juta per-RW agar benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Ia menyebut, tanpa pemahaman yang sama terhadap Juklak dan Juknis, program strategis Pemerintah Kota Depok tersebut berisiko tidak optimal dalam menjawab persoalan di tingkat lingkungan.
“Rembuk RW ini bukan hanya menggugurkan kewajiban musyawarah, tapi memastikan dana Rp.300 juta per-RW direncanakan sejak awal sesuai aturan dan kebutuhan warga”, ucap Lurah Wanita yang dikenal sangat humble dengan masyarakatnya ini, Senin 12/1/2026.
Lurah Elin menekankan, bahwa pendalaman teknis pelaksanaan kegiatan tahun 2026 kedepan menjadi fokus utama karena pada tahap inilah kualitas realisasi anggaran ditentukan. Menurutnya, setiap usulan kegiatan harus jelas output dan manfaatnya.
“Setiap rupiah dari Rp.300 juta per-RW harus bisa dijelaskan kegunaannya, dampaknya, dan siapa yang merasakan manfaatnya”, tegasnya.
Ia juga mengingatkan, agar para Ketua RW tidak menjadikan anggaran tersebut sebagai ruang eksperimentasi kebijakan di luar ketentuan.
“Juklak dan Juknis itu pagar. Kalau keluar dari situ, risikonya bukan hanya kegiatan tidak bisa dibayarkan, tapi juga berpotensi menimbulkan masalah administrasi”, bebernya menekankan pentingnya disiplin regulasi.
Dalam aspek kelembagaan, Elin menjelaskan, bahwa pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) di setiap RW menjadi instrumen penting dalam pengelolaan dana Rp.300 juta per RW.
“Ketua RW menjadi Ketua Pokmas secara ‘Ex Officio’ supaya koordinasi jelas dan tanggung jawab tidak saling lempar. Ini uang warga, jadi harus dikelola secara terbuka”, jelasnya.
Elin juga menyoroti pentingnya komunikasi intensif antara kelurahan dan RW agar tidak terjadi salah tafsir Juklak-Juknis.
“Kalau ada keraguan soal kegiatan, jangan jalan sendiri. Diskusikan dengan Kelurahan supaya sejak awal kita luruskan dan tidak menimbulkan masalah di akhir”, tukasnya.
Menutup pernyataannya, Lurah Elin menegaskan, bahwa keberhasilan program Rp.300 juta per RW tidak diukur dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Target kita bukan sekadar anggaran habis, tapi lingkungan lebih tertata, warga lebih berdaya, dan program Wali Kota Depok benar-benar dirasakan di tingkat RW”, tandasnya.(Arf)

