Konsen Berantas Stunting Searah Asta Cita, Hj. Yeti Wulandari Resmikan Posyandu Flamboyan II di Cimanggis
Depok | CitizenNasionalNews.com – Hj. Yeti Wulandari anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra menyebut, bahwa ‘Stunting’ merupakan isu prioritas nasional yang berdampak struktural terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan produktivitas jangka panjang.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini pun menegaskan, bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai agenda strategis negara.
“Presiden secara tegas menginstruksikan agar kebijakan penanganan stunting dilaksanakan secara sistematis, terintegrasi, dan menjangkau level komunitas”, ucap Srikandi Gerindra Kota Depok Jum’at 6/2/2026.
Peresmian Posyandu Flamboyan di Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis Depok yang dilaksanakannya, merupakan bentuk implementasi kebijakan nasional tersebut pada level operasional.
“Instruksi Presiden menuntut agar layanan kesehatan dasar tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi diwujudkan melalui penguatan institusi kesehatan berbasis masyarakat”, terangnya.
“Posyandu diposisikan Presiden sebagai instrumen kebijakan untuk menjamin keberlanjutan pemantauan kesehatan ibu dan anak”, sambungnya.
“Melalui Posyandu, proses pengukuran antropometri, pencatatan tumbuh kembang, dan pemetaan risiko stunting dapat dilakukan secara terstruktur sesuai instruksi Presiden”,jelasnya.
Pimpinan DPRD Kota Depok empat periode dari fraksi Gerindra ini juga menambahkan, bahwa fokus utama arahan Presiden adalah intervensi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fase kritis pembangunan manusia.
“Presiden menekankan bahwa kegagalan intervensi pada fase ini akan menimbulkan dampak jangka panjang, sehingga Posyandu diarahkan sebagai sarana utama pendampingan gizi dan kesehatan ibu hamil serta balita”, bebernya.
Dalam kerangka Asta Cita, Politisi Wanita Gerindra jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila ini menilai, bahwa pendekatan promotif dan preventif harus menjadi orientasi utama kebijakan kesehatan.
“Instruksi Presiden menempatkan pencegahan stunting sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia, bukan sekadar respons kuratif terhadap masalah kesehatan”, ungkapnya.
“Presiden mengarahkan agar penanganan stunting dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif, dengan kader Posyandu dan warga sebagai aktor utama implementasi kebijakan di tingkat lokal”, tuturnya.
Hj. Yeti Wulandari kembali menegaskan, bahwa peresmian Posyandu tingkat RW merupakan manifestasi komitmen daerah dalam menjalankan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara konsisten.
“Efektivitas implementasi instruksi Presiden, Posyandu tingkat RW berperan sebagai ruang institusional kolaborasi antara negara dan masyarakat, dengan kader sebagai aktor implementatif yang memastikan keberlanjutan, adaptabilitas, dan akuntabilitas kebijakan di tingkat komunitas”, jelasnya.
“Tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas generasi masa depan melalui penguatan layanan kesehatan dasar yang sejalan dengan Asta Cita Prabowo-Gibran”, tandasnya.(Arf)

