Padang – Bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia akhirnya tiba di Sumatera Barat, menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melumpuhkan sejumlah wilayah. Bantuan logistik ini diprioritaskan bagi masyarakat di daerah yang terisolasi dan sulit dijangkau akibat putusnya akses jalan.
Bantuan logistik dari pemerintah pusat diangkut menggunakan pesawat angkut berat Hercules TNI AU dan telah mendarat di Lanud Sutan Sjahrir, Padang. Pemerintah Provinsi Sumbar, berkoordinasi dengan BNPB dan TNI, menegaskan bahwa pendistribusian akan difokuskan ke wilayah-wilayah yang terputus aksesnya.
Bencana ini telah memutus sejumlah ruas jalan utama akibat longsor dan kerusakan infrastruktur, membuat ribuan warga di beberapa desa terisolasi. “Sesuai arahan Presiden, bantuan ini harus segera sampai di tangan masyarakat, tidak boleh menumpuk di posko. Kami telah menyiapkan strategi pendistribusian, termasuk menggunakan jalur udara untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi total,” ujar Wakil Gubernur Sumbar, dalam keterangan pers di Padang.
Bantuan yang dikirimkan mencakup beragam kebutuhan mendesak, antara lain paket makanan siap konsumsi, tenda keluarga, selimut, terpal, genset, perahu karet, serta perangkat komunikasi canggih seperti Starlink untuk memulihkan jaringan komunikasi di daerah terdampak parah.
Saat ini, Posko Komando Tanggap Darurat Bencana di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terus berkoordinasi dengan TNI/Polri, relawan, dan organisasi kemanusiaan untuk memetakan kebutuhan harian korban serta memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain bantuan logistik, tim teknis dari pusat juga dikerahkan untuk membantu proses pembersihan material longsor dan perbaikan infrastruktur vital, agar akses transportasi dan pelayanan publik dapat segera pulih. Pemerintah berjanji akan terus memantau perkembangan dan menyalurkan bantuan tambahan sesuai kondisi lapangan.

