Hadir Bersama GWR, Hj. Yeti Wulandari Dukung Langsung Fun Match SPPI Depok, Sebagai Penguatan Solidaritas dan Semangat Astacita

Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Hj. Yeti Wulandari, bersama Gerry Wahyu Riyanto (GWR), memberikan dukungan langsung pada gelaran ‘Fun Match SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) Antar Batch 1, 2, dan 3 se-Kota Depok’. Kegiatan ini diposisikan sebagai ruang penguatan solidaritas, disiplin kolektif, serta komitmen terhadap nilai-nilai pembangunan yang selaras dengan semangat Astacita.

Bertajuk 2 Turnamen 1 Hari, dan 1 Arena Kebersamaan’, kegiatan yang berlangsung di GOR SATAR, Pondok Cina, pada Jumat, 21 November 2025 pukul 14.00–19.00 WIB, mempertemukan para anggota SPPI dalam dua cabang olahraga yakni : Badminton untuk perempuan dan Futsal untuk laki-laki.

Format ini dinilainya, bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi arena interaksi sosial yang dirancang untuk membangun kohesi lintas angkatan.

“Tingkat kekompakan para ahli gizi merupakan variabel institusional yang signifikan dalam memengaruhi implementation performance. Kohesi operasional ini menentukan konsistensi pendataan sasaran, efektivitas distribusi pangan bergizi, serta responsivitas terhadap fluktuasi kebutuhan gizi masyarakat Depok”, ucap Srikandi Gerindra Kota Depok, Jum’at 20/11/2025.

Pimpinan DPRD Kota Depok empat periode ini mengatakan, bahwa dalam kerangka teoritik implementasi kebijakan, kohesi ini berfungsi sebagai ‘Intervening Factor’ yang memperkuat kapasitas eksekusi di tingkat pelaksana.

”Keberhasilan MBG meniscayakan sinkronisasi antara aktor politik, institusi teknokratik, dan pelaksana lapangan agar tidak terjadi coordination failure yang berpotensi melemahkan efektivitas intervensi negara di sektor gizi”, terangnya.

Lebih jauh, anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra inipun mengaitkan urgensi kohesi implementor dengan arsitektur kebijakan nasional dalam kerangka Astacita Prabowo–Gibran.

“Keberhasilan MBG meniscayakan sinkronisasi antara aktor politik, institusi teknokratik, dan pelaksana lapangan agar tidak terjadi ‘Coordination Failure’ yang berpotensi melemahkan efektivitas intervensi negara di sektor gizi”, ungkapnya.

Hj. Yeti menegaskan, bahwa Fun Match SPPI harus dipahami sebagai bagian dari ‘Institutional Capacity Building process.

“Internalitas nilai kekompakan, akan meningkatkan presisi pelaksanaan, stabilitas kinerja lintas batch, serta adaptivitas implementor terhadap dinamika kebijakan, sehingga MBG di Kota Depok bisa berjalan sesuai standar nasional dan memberikan kontribusi substantif terhadap pembangunan manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita
Nasional
Hukum
Search